Sejarah PA Merauke


Writed By pengadilan : Tanggal 2020-12-15

Kabupaten Merauke adalah sebuah Kabupaten yang terletak paling timur Negara Kesatuan Republik Indonesia.Sejarah Merauke sendiri berawal dari cerita kapal Belanda yang bernama “Van Goens” pada tanggal 12 Februari 1902 yang berlabuh di Pelabuhan Sungai Maro. Saat itu terjadi percakapan antara penduduk lokal dengan menumpang kapal yang ingin mengetahui nama dari tempat yang mereka singgahi. Awak kapal menanyakan nama daerah yang mereka singgahi, namun karena tidak mengerti bahasa masing-masing kemudian penduduk lokal menjawab “ Maroka ehe” yang artinya “ini Sungai Maro” ditelinga dan lidah  awak kapal yang berkebangsaan Belanda tersebut menjadi “Maroke” yang akhirnya menjadi Merauke sampai sekarang ini.Sehingga tanggal 12 Februari 1902 diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Merauke.Kota Merauke dulunya merupakan pos pemerintah Belanda yag digunakan sebagai transit bagi para republikan untuk menuju Boven Digoel. Setelah wilayah Irian Jaya berintegrasi dengan Pemerintah Belanda tahun 1963, kemudian kota tersebut ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten Dati II Merauke dengan dasar hukum Undang-Undang Nomor 12 tahun 1969 dan setelah periode Penentuan Pendapat Rakyat (1963- 1969), mulai tumbuh beberapa kelompok permukiman yang dipacu dengan adanya kemudahan-kemudahan suatu kota.

Dengan berubahnya Merauke menjadi sebuah Kabupaten, tentu diperlukan berbagai instansi kabupaten, termasuk Pengadilan Agama tingkat pertama. Oleh karena itu kemudian terbitlah Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 95 dan 96 Tahun  1982,  Tentang  pembentukan  Pengadilan  Tinggi   Agama

Propinsi Irian Jaya dan 9 Pengadilan Agama dalam Wilayah Hukumnya, serta disusul dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 303 Tahun 1990, Tentang Organisasi  dan Tatakerja Kesekertariatan Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama.

Sebagai realisasi dari Surat Keputusan Menteri Agama tersebut, maka pada bulan September 1984 di mulailah pembangunan gedung Pengadilan Agama Merauke dan telah difungsikan penggunaannya pada bulan April 1985, pada waktu itu pegawai hanya berjumlah 3 (tiga) orang yaitu Drs. Suyanto TN  dari Jawa tengah, Drs. Rusdi Zahri dari Okan Komiring Ulu Sumsel dan Drs. Darman Rasyid dari Kolaka Sulawesi Tenggara.


Awaluddin Nur Imawan, S.Ag Ketua PA Merauke

Informasi yang cepat, akurat, dan dapat dijangkau oleh semua kalangan adalah harapan terbesar kami...


Statistik Pengunjung

Pemda Merauke